CIREBON – Permasalahan keuangan pribadi tidak hanya berdampak pada kehidupan keluarga, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, fokus bekerja, kedisiplinan, hingga kualitas pelayanan publik. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Cirebon melalui BKPSDM Kota Cirebon berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyelenggarakan kegiatan Literasi Finansial ASN pada 20–21 Juli 2026.
Mengangkat tema:
“Literasi Finansial ASN: Cerdas Mengelola Keuangan, Sehat Menjalani Kehidupan, Produktif Memberikan Pelayanan”
kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ASN yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki ketahanan finansial dalam kehidupan pribadi.

Kepala BKPSDM Kota Cirebon menyampaikan bahwa pengembangan ASN saat ini tidak cukup hanya berbicara mengenai kompetensi dan kinerja, tetapi juga perlu memperhatikan aspek manusia secara utuh melalui pendekatan Human Capital Management.
ASN yang memiliki kondisi keuangan sehat akan lebih tenang dalam menjalankan tugas, lebih fokus memberikan pelayanan, serta lebih mampu menjaga disiplin dan integritas.
Kepala OJK Cirebon: Literasi Finansial Menjadi Bekal ASN Menghadapi Tantangan Zaman

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK Cirebon Bapak Agus Mutholib menyampaikan bahwa literasi keuangan merupakan kemampuan penting bagi setiap individu, termasuk ASN.
Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup, ketenangan keluarga, serta produktivitas dalam bekerja.
“ASN memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penting bagi ASN untuk memiliki pemahaman keuangan yang baik, mampu mengelola penghasilan, serta menggunakan produk jasa keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.”
Beliau juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi keuangan memberikan banyak kemudahan, namun harus diimbangi dengan pengetahuan dan kehati-hatian agar tidak terjebak dalam risiko keuangan.
“Jangan sampai kemudahan akses keuangan justru membawa masyarakat masuk dalam masalah seperti pinjaman online ilegal, investasi ilegal, maupun judi online.”
Delapan Tips Mengelola Keuangan Secara Bijak
Dalam paparannya, Kepala OJK Cirebon menyampaikan sejumlah prinsip penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengelola keuangan secara lebih sehat.
1. Jangan Besar Pasak daripada Tiang
Pengeluaran perlu disesuaikan dengan kemampuan pendapatan. Pengelolaan keuangan yang sehat dimulai dengan memastikan pengeluaran tidak melebihi penghasilan.
2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Tidak semua keinginan harus dipenuhi. Masyarakat perlu mampu membedakan kebutuhan yang bersifat prioritas dengan keinginan yang muncul karena gaya hidup atau dorongan untuk mengejar gengsi.
3. Prioritaskan Kebutuhan Pokok dan Tabungan
Kebutuhan utama perlu menjadi prioritas. Selain itu, penting untuk membangun kebiasaan menabung secara konsisten sebagai bagian dari perencanaan keuangan.
4. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat diperlukan untuk menghadapi kondisi tidak terduga. Ketersediaan dana cadangan dapat membantu seseorang menghadapi kebutuhan mendesak tanpa harus mengambil keputusan keuangan yang berisiko.
5. Gunakan Utang untuk Hal Produktif
Utang perlu dikelola secara sehat dan digunakan secara bijak. Penggunaan utang sebaiknya memberikan manfaat dan tidak menjadi beban yang mengganggu kondisi keuangan.
6. Pilih Lembaga Jasa Keuangan yang Legal dan Diawasi OJK
Masyarakat perlu memastikan produk dan layanan keuangan yang digunakan berasal dari lembaga jasa keuangan yang legal dan diawasi oleh OJK.
7. Lindungi Data Pribadi
Di tengah perkembangan layanan keuangan digital, perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan aset dan informasi keuangan.
8. Pisahkan Rekening Pribadi dan Usaha
Bagi ASN atau masyarakat yang memiliki kegiatan usaha, pemisahan rekening pribadi dan usaha dapat membantu menciptakan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan mudah dikendalikan.

Peran Pimpinan Mencegah Beban Keuangan ASN Menjadi Masalah Kedinasan
Selain menjadi tanggung jawab individu, permasalahan keuangan juga perlu menjadi perhatian dalam konteks pembinaan organisasi. Pimpinan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan peduli.
1. Membangun Budaya Peduli dan Terbuka
Pimpinan perlu membuka ruang komunikasi yang sehat agar ASN yang menghadapi permasalahan dapat memperoleh perhatian, pendampingan, dan pembinaan sejak dini.
2. Memperkuat Literasi Keuangan ASN
Organisasi perlu hadir memberikan edukasi dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan agar ASN mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab.
3. Melakukan Deteksi Dini terhadap Risiko Disiplin
Perubahan perilaku kerja, penurunan produktivitas, maupun permasalahan kehadiran perlu menjadi perhatian. Berbagai perubahan tersebut perlu ditangani melalui pembinaan dan pendampingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Membangun Sistem Penghargaan dan Penegakan Disiplin yang Berkeadilan
Pemberian apresiasi kepada ASN yang berprestasi serta penegakan aturan terhadap pelanggaran perlu dilakukan secara adil dan konsisten untuk membangun budaya organisasi yang sehat.
5. Menjadi Teladan dalam Gaya Hidup Sederhana dan Berintegritas
Kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui keteladanan. Pimpinan perlu memberikan contoh dalam menerapkan gaya hidup sederhana, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi integritas.
ASN Sehat Finansial, Organisasi Semakin Kuat
Masalah keuangan pribadi jangan sampai berkembang menjadi masalah kedinasan. ASN yang mampu mengelola keuangan dengan baik akan memiliki ketenangan dalam bekerja, meningkatkan produktivitas, serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Melalui kegiatan Literasi Finansial ASN ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap dapat membangun pemahaman dan budaya pengelolaan keuangan yang lebih sehat di kalangan ASN.
Keuangan yang dikelola secara bijak dapat mendukung kehidupan keluarga yang lebih tenang, meningkatkan fokus dan produktivitas dalam bekerja, serta memperkuat integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, penguatan literasi finansial menjadi salah satu bagian dari upaya membangun ASN yang profesional, sehat secara finansial, produktif, dan berintegritas sesuai dengan nilai-nilai ASN BerAKHLAK.
"Disiplin finansial hari ini, kehidupan lebih tenang esok hari. "
Keuangan terkelola, kinerja meningkat, pelayanan publik semakin hebat.
#ASNCerdasFinansial
#SehatDiRumahProduktifDiKantor
#BKPSDMCirebon
#ASNBerAKHLAK
#HumanCapitalManagement