CIREBON – Sebagai bagian dari upaya membangun aparatur yang profesional, berintegritas, dan berkinerja tinggi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon memperkuat kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon dalam pengembangan literasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Program ini merupakan langkah preventif BKPSDM dalam mendukung pengelolaan sumber daya manusia aparatur secara menyeluruh. Selain peningkatan kompetensi teknis dan kepemimpinan, kemampuan mengelola keuangan pribadi dan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi produktivitas, disiplin, serta kesejahteraan ASN.
Kepala BKPSDM Kota Cirebon menyampaikan bahwa pembinaan ASN saat ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada upaya membangun ketahanan pribadi dan keluarga sebagai fondasi terciptanya birokrasi yang sehat.
"Permasalahan keuangan yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsentrasi kerja, kedisiplinan, hingga integritas pegawai. Karena itu, penguatan literasi keuangan merupakan bagian dari strategi pembinaan ASN," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, OJK memaparkan perkembangan sektor jasa keuangan digital beserta tantangan yang dihadapi masyarakat. Secara nasional pada bulan April 2026, OJK telah menerima 14.232 pengaduan, sebesar 11.753 pengaduan terkait pinjaman online ilegal dan 2.379 pengaduan investasi ilegal. Sementara di wilayah Cirebon hingga awal Juli 2026, tercatat sebanyak 6.805 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan 1.735 konsultasi/pengaduan masyarakat terkait sektor jasa keuangan.
BKPSDM dan OJK juga membahas peluang kolaborasi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), antara lain penyelenggaraan edukasi literasi keuangan, penyusunan program perencanaan keuangan keluarga bagi ASN, pemanfaatan media pembelajaran digital, serta penguatan layanan konsultasi keuangan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia aparatur yang tidak hanya unggul dalam kompetensi dan kinerja, tetapi juga memiliki ketahanan finansial yang baik. Dengan demikian, ASN dapat bekerja secara profesional, fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta terhindar dari berbagai risiko yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.